ASR PAMUNGKAS

ASR PAMUNGKAS
Oleh HAKIM BAWAZIER
Email: http://www.bawazier.hakim@yahoo.co.id
No: 083866365215

Assalamualaikum wr wb.
Alhamdulillaahhi robbi, saya di pertemukan lagi dengan saudara saudara di blog yang megah ini. salam salim ukhuwah untuk saudara seiman, kita tunjukan bahwa islam itu indah, dengan kita blajar ilmu ,insyaallah ISLAM akan tamba bermakna.insyaallah saya akan kembali mengijasahkan ASMA’ yg juga saya banggakan, yaitu ASMA’ ASR PAMUNGKAS, Asma’ ini fungsinya sama dengan RDR NAGA PUTIH. Yaitu :

FUNGSI:
1. dibaca 3x usapkan pada wajah = pengasihan
2. dibaca 3x usapkan keseluruh tubuh/rumah = pagar ghaib
3. baca 3x usapkan ke mata = meliat alam ghaib
4. baca 3x kemudian berdo’a = hajat
5. baca 111x tiupkan ke air lalu di minum = membuka cakra
6. baca 222x tiupkan ke air = mengaktifkan tenaga dalam
7. baca 333x tiupkan ke air lalu di minum = membuka aura ghaib / membuka hijab
8. baca 555x sambil terpejam = trawangan alam ghaib
9. baca 666x mata terpejam sambil membayangkan wajah orang = trawangan alam nyata
10. baca 3x tahan nafas lalu tiupkan ke air = pengobatan
11. baca7x dengan yakin = melawan musuh
12. baca 7x tahan nafas tiupkan ke tangan = memberatkan pukulan tangan
13. baca 7x dengan yakin dan pasrah = melawan segrombolan jin
14. baca 7x sambil telapak tangan di tempelkan di tanah = menarik benda pusaka dr alam ghaib
15. baca 999x sambil mata terpejam dg membayangkan diri kita sendiri duduk = meraga sukma
16. baca 1x sambil tahan nafas lalu jin di tarik dg tenaga dalam = memasukan jin ke tubuh seseorang agar bisa di ajak
komunikasi ( mediumi sasi)
17. baca 33x lalu tiupkan ke tubuh = untuk kebal
18. dan masih banyak karomah yg lain

berikut ASMA’ :
” INNA QUWWATAH QUWWATIH JABBARUL MUTAKABBIR , KUNFAYA KUN MASYA-ALLAH.”

NB; untuk mendapatkan karomah ASR tersebut , orang yg mengamalkan haruslah di selaraskan/di serasikan dg ASR tsb. agar ASR bisa digunakan dg baik. dan setelah di selaraskan ASMA ASR harus di dawamkan setelah sholat FARDHU sebanyak banyaknya (hitungan ganjil). untuk penyelarasan RDR NAGA PUTIH dan ASR PAMUNGKAS harap kirim BIODATA ke E-MAIL saya Yaitu….. NAMA, ALAMAT, NAMA ORANG TUA, EMAIL, NO HP YG AKTIF dan PEKERJAAN SAUDARA, Dan nanti akan saya balas EMAIL anda, yang penting harap kirim BIODATA ke E-MAIL saya dulu..!,

TAWASUL sama dg RDR naga putih: NABI SAW, MALAIKATUL MUQORROBIN, SUNAN BONANG, SYECH ABDUL QODIR , SYECH AHMAD , KH. ABDULLAH, KH. ZAM RONI, UST. HAMZAH, UST. IMRON AL JISSIM , UST.SIDIQ, UST. UST. AMIRUL AHAD, HAKIEM BAWAZIER, IBU SAUDARA, SAUDARA SENDIRI, HAJAT SAUDARA UNTUK MENDAPAT KAN KAROMAH RDR.

SANAD sama dg RDR naga putih = dari SUNAN BONANG, kemudian SYECH ABDUL QODIR, di teruskan oleh SYECH AHMAD, kemudian KH. ABDULLAH, KH. ZAM RONI, diteruskan UST. HAMZAH, kemudian UST. IMRON AL JISSIM, kemudian UST.SIDIQ, UST. UST. AMIRUL AHAD, yang terakhir saya sendiri HAKIEM BAWAZIER,

silahkan saudara saudara semua, kita renungi perbuatan kita di dunia ini dg mengamalkan ilmu yg bermanfaat.
semoga kita senantiasa di ridhoi ALLAH,, amiin……….

Wassalamualaikum Wr Wb..

EBOOK INGSUN SEJATI

EBOOK INGSUN SEJATI
Oleh: Ki Abduljabbar

Assalamu’alaikum wr wb,
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya selesai juga Ebook Ingsun Sejati, dengan judul “KULVITASI INGSUN SEJATI”. Ebook ini adalah ebook yang ke-2 setelah ebook pertama “PROVOKASI-PROVOKASI MANTRA”. di dalam Ebook ini lebih banyak mengupas tentang pemahaman penyerapan energi Illahiah (Nurrullah) melalui dzikir dan amalan-amalan serta bagaimana kita dapat sukses mengamalkannya.

Isi Ebook ini memang diharapkan ada kesempurnaannya, meskipun demikian ibarat tak ada gading yang tak retak, demikian juga pasti ada kekurangannya, oleh sebab itu mohon dimaklumi dan sekiranya ada masukan atau kritik untuk perbaikan ebook ini, saya sangat mengharapkan sekali. Format ebook adalah format Pdf dengan 2MB dan ukuran kertas A5, saya mohon maaf jika ada sedulur yang kesulitan untuk mendown loadnya, karena menggunakan HP. Untuk link down loadnya adalah sbb:

http://www.4shared.com/office/wiBoaUfq/INGSUN_SEJATI.html

Sebenarnya sudah dalam penyelesaian juga ebook Kulivitasi Ingsun Sejati Jilid 2, tetapi untuk ebook tsb mayoritas menggunakan metode BINAURALBEAT yaitu meditasi dengan mendengarkan getaran (gelombang) suara yang akan mengubah otak kita pada frekuensi tertentu. Di dalam ebook tsb ada tata cara inisiasi/attunenment pembangkitan Chakra dan Kundalini, Pembangkitan mata ke-3 (third eyes), Activasi DNA, dll. Dalam program pembuatan Ebook ke-3 ini saya mendapatkan bantuan peralatan BURN CD/DVD dari saudara kita dari Malaysia yg sekarang berkerja di Arab Saudi, beliau adalah Pakcik Zakaria bin Yaakub. Semoga Allah membalas kebaikan beliau. Aamiin….

Wassalam,

KONTEMPLASI DIRI DENGAN ENERGI ALLAH

KONTEMPLASI DIRI DENGAN ENERGI ALLAH

Oleh: Ki Abduljabbar

KONTEMPLASI adalah momen terpenting bagi seseorang untuk mengasah modal yg sdh dimilikinya untuk hidup berkualitas dan bermakna dalam kehidupan. Ibarat kontemplasi itu adalah sebuah pisau, jika masih tajam mampu menjadikan masalah menjadi berkah. Untuk mengasahnya perlu dilakukan secara terus menerus, yaitu melalui Tafakur, Tadabur dan Tasyakur.

Tafakur adalah media ketika seseorang menginstropeksi diri dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Berbicara dengan hati masing-masing sehingga mampu mendengarkan suara-suara dari Yang Maha Esa.

Tadabur mengandung makna lebih dalam. Tafakur merenung dan belajar ke dalam hati, tadabur belajar pada alam semesta (af’al), mengajak mereka bicara dan mendengarkan nasihat dari mereka. Inilah salah satu seni tertinggi dalam hidup, yaitu belajar mendengar.

Tasyakur adalah ekspresi diri atas keberhasilan antara tafakur dan tadabur sehingga melahirkan rasa syukur yang tinggi. Syukur dalam hal ini adalah syukur dalam arti sesungguh-nya, yaitu memberi dan memberi pada Alam Semesta. Memberi pada alam semesta ini sesuai fitrahnya penciptaannya adalah refleksi dari Ar-Rahman Ar-Rahiim, sehingga kita juga harus memberikan KASIH SAYANG (CINTA).

Bila kita tidak mengirim getaran sinyal rasa welas asih (CINTA) pada mereka, bagaimana mereka dapat menerima sinyal kita? Karena itu hati yang tulus sangat penting kita pancarkan ke alam semesta. Hati yang tulus dapat menggugah hati alam semesta untuk menyelimuti kita dan memberikan energinya (yang sejatinya bersumber dari energi-Nya) pada kita. Sebaliknya, hati yang tertutup dan keras membatu akan memancarkan energi penolakan sehingga antara kita dan alam semesta tidak bisa nyambung dan alam juga tidak akan membuka pintu energinya untuk kita. Bagaimana kita melakukannya?

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh….

Bertanya Aisyah : “Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”. Rasul tersenyum dan bersabda;: “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.

“Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu ufuwan ahad” ( 3 x )

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat: “Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii ‘alaa syaidinaa Muhammad wa’alaa aalii syaidinaa Muhammad”( 3 x )

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu;
“Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih” ( 3 x )

Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh; “Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Subhanalloohi Walhamdulil-laahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar” (3 x )

Insya Allah jika Anda mendawamkan amalan ini menjelang tidur, Allah akan memberikan sinkronasi energi-Nya ke dalam diri Anda. Amalan ini akan lebih joss jika ditambahkan amaliah puasa sunah dibulan putih yaitu setiap bulannya pada tanggal 13; 14; 15 Hijriah, selama puasa pada tengah malam membaca doa JIBRIL a.s. yang telah saya posting di Blog Energi Sejati. Dengan demikian insya Allah apa yang menjadi perjalanan hidup kita selalu dimudahkan jalannya, karena energi Allah ta’ala dan energi alam semesta sudah menyatu ke dalam diri kita.

Wassalam….

RDR NAGA PUTIH

RDR NAGA PUTIH

Oleh : Hakiem bawazier

No hp: 083866365215 (axiz)

Assalamualaikum wr wb.
salam ta’ziem pada sesepuh di blog yg mulia ini, semoga rizki selalu tercurahkan pada saudara saudara di blog yg besar ini, puji syukur kehadirat ALLAH SWT yg telah menunjukanku BLOG yg megah ini, sholawat serta salam taklupa kita curahkan pada junjungan Nabi besar SAW, saya baru pertama mengirim artikel karna saya baru tau bahwa di internet juga ada BLOG yg mengajarkan tentang ilmu gaib, maka dari itu saya sangat tertarik untuk memasuki BLOG ini, dan alhamdulillah ternyata banyak teman teman yg satu agama dg saya baik di dalam negeri dan diluar negeri, pada kesempatan ini saya izin mengijasahkan asma’ kebanggaan saya yaitu RAJA DI RAJEH NAGA PUTIH kepada saudara saudara  di sini. dan semoga RDR yg saya dapat dr GURU saya ini bermanfaat dan berguna bagi saudara saudara semua. amieennnn,,,,,,


”INNA JAHARA HUJAHUNA LIKATABASSARUM LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI.
QUL HU ALLOHU AHAD WALLOOHUSSHOMAD, HASBIYALLOHU WA NI’MAL WAKIEL, A-UDZUBIKALIMATILLAAHI TAAMMAATI MINSYARRI MAA KHOLAQ, LAA HAULAA WA LAA QUWWATAA ILAABILLAAH”

FUNGSI:
1. dibaca 3x usapkan pada wajah = pengasian
2. dibaca 3x usapkan keseluruh tubuh/rumah = pagar ghaib
3. baca 3x usapkan ke mata = meliat alam ghaib
4. baca 3x kemudian berdo’a = hajat
5. baca 111x tiupkan ke air lalu di minum = membuka cakra
6. baca 222x tiupkan ke air = mengaktifkan tenaga dalam
7. baca 333x tiupkan ke air lalu di minum = membuka aura ghaib / membuka hijab
8. baca 555x sambil terpejam = trawangan alam ghaib
9. baca 666x mata terpejam sambil membayangkan wajah orang = trawangan alam nyata
10. baca 3x tahan nafas lalu tiupkan ke air = pengobatan
11. baca7x dengan yakin = melawan musuh
12. baca 7x tahan nafas tiupkan ke tangan = memberatkan pukulan tangan
13. baca 7x dengan yakin dan pasrah = melawan segrombolan jin
14. baca 7x sambil telapak tangan di tempelkan di tanah = menarik benda pusaka dr alam ghaib
15. baca 999x sambil mata terpejam dg membayangkan diri kita sendiri duduk = meraga sukma
16. baca 1x sambil tahan nafas lalu jin di tarik dg tenaga dalam = memasukan jin ke tubuh seseorang agar bisa di ajak komunikasi (     mediumi sasi)
17. dan masih banyak karomah yg lain

NB; untuk mendapatkan karomah RDR tersebut , orang yg mengamalkan haruslah di selaraskan/di serasikan dg RDR tsb. agar RDR bisa digunakan dg baik. dan setelah di selaraskan ASMA RDR harus di dawamkan setelah sholat FARDHU sebanyak banyaknya (hitungan ganjil)
untuk penyelarasan harap SMS kan  NAMA, ALAMAT, NAMA ORANG TUA, EMAIL, NO HP YG AKTIF dan PEKERJAAN SAUDARA,
karna kalau saya  selaraskan di sini, saya belum ada waktu luang, dan saya tidak bisa ke WARNET setiap hari untuk menyelaraskan saudara saudara semua. mohon maaf ya, kalau saudara saudara niat ingin mengamalkan, silakan sms sy dg biodata yg tadi. insyaalloh akan sy selaraskan.

TAWASUL: NABI SAW, MALAIKATUL MUQORROBIN, SUNAN BONANG, SYECH ABDUL QODIR , SYECH AHMAD , KH. ABDULLAH, KH. ZAM RONI, UST. HAMZAH, UST. IMRON AL JISSIM , UST.SIDIQ, UST. AMIRUL AHAD, HAKIEM BAWAZIER, IBU SAUDARA, SAUDARA SENDIRI, HAJAT SAUDARA UNTUK MENDAPAT KAN KAROMAH RDR.

SANAD = dari SUNAN BONANG, kemudian SYECH ABDUL QODIR, di teruskan oleh SYECH AHMAD, kemudian KH. ABDULLAH, KH. ZAM RONI, diteruskan UST. HAMZAH, kemudian UST. IMRON AL JISSIM, kemudian UST.SIDIQ, UST. UST. AMIRUL AHAD, yang terakhir saya sendiri HAKIEM BAWAZIER,

silahkan saudara saudara semua, kita renungi perbuatan kita di dunia ini dg mengamalkan ilmu yg bermanfaat.
semoga kita senantiasa di ridhoi ALLAH,, amiin……….

Wassalamualaikum Wr Wb..

 

KENALI AKIDAHMU

KENALI AKIDAHMU

Oleh: Bangun Joyo
bangun_joyo99@yahoo.co.id
Assalamu’alaikum wr wb. saya harap saudaraku semua membaca artikel ini karena sangat penting dan bermanfaat sehingga nantinya kita tidak terjebak oleh faham-faham sesat dan kesombongan intelektual. artikel ini saya ambil dari buku karangan guru mulia habib munzir al mussawa.
artkel ini berisi apa itu sebenarnya BID’AH, HUKUM TAWASUL, TAHLIL DLL
BID’AH
Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah Nabi  saw  memperbolehkan  kita  melakukan  Bid’ah  hasanah  selama  hal  itu  baik  dan tidak  menentang  syariah,  sebagaimana  sabda  beliau  saw  :  “Barangsiapa  membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat  hal  baru  yang  buruk  dalam  islam,  maka  baginya  dosanya  dan  dosa  orang  yang mengikutinya  dan  tak  dikurangkan  sedikitpun  dari  dosanya”  (Shahih  Muslim  hadits no.1017,  demikian  pula  diriwayatkan  pada  Shahih  Ibn  Khuzaimah,  Sunan  Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah Perhatikan  hadits  beliau  saw,  bukankah  beliau  saw  menganjurkan?,  maksudnya  bila kalian  mempunyai  suatu  pendapat  atau  gagasan  baru  yang  membuat  kebaikan  atas islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian ulama,  merajalela  kemaksiatan,  maka  tentunya  pastilah  diperlukan  hal  hal  yang  baru demi  menjaga  muslimin  lebih  terjaga  dalam  kemuliaan,  demikianlah  bentuk kesempurnaan  agama  ini,  yang  tetap  akan  bisa  dipakai  hingga  akhir  zaman,  inilah makna ayat :  “ALYAUMA  AKMALTU  LAKUM  DIINUKUM…”,  yang  artinya  “hari  ini Kusempurnakan  untuk  kalian  agama  kalian,  kusempurnakan  pula  kenikmatan bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,   Maksudnya  semua  ajaran  telah  sempurna,  tak  perlu  lagi  ada  pendapat  lain  demi memperbaiki  agama  ini,  semua  hal  yang  baru  selama  itu  baik  sudah  masuk  dalam kategori  syariah  dan  sudah  direstui  oleh  Allah  dan  rasul  Nya,  alangkah  sempurnanya islam,  Bila  yang  dimaksud  adalah  tidak  ada  lagi  penambahan,  maka  pendapat  itu  salah, karena  setelah  ayat  ini  masih  ada  banyak  ayat  ayat  lain  turun,  masalah  hutang  dll, berkata para Mufassirin bahwa ayat ini bermakna Makkah Almukarramah sebelumnya selalu  masih  dimasuki  orang  musyrik  mengikuti  hajinya  orang  muslim,  mulai  kejadian turunnya  ayat  ini  maka  Musyrikin  tidak  lagi  masuk  masjidil  haram,  maka  membuat kebiasaan baru yang baik boleh boleh saja. Namun  tentunya  bukan  membuat  agama  baru  atau  syariat  baru  yang  bertentangan dengan  syariah  dan  sunnah  Rasul  saw,  atau  menghalalkan  apa  apa  yang  sudah diharamkan  oleh  Rasul  saw  atau  sebaliknya,  inilah  makna  hadits  beliau  saw  : “Barangsiapa  yang  membuat  buat  hal  baru  yang  berupa  keburukan…dst”,  inilah  yang disebut Bid’ah Dhalalah.
BID’AH
Kenalilah Akidahmu    5
Beliau saw telah memahami itu semua, bahwa kelak zaman akan berkembang, maka beliau  saw  memperbolehkannya  (hal  yang  baru  berupa  kebaikan),  menganjurkannya dan menyemangati  kita  untuk memperbuatnya,  agar  ummat  tidak tercekik  dengan hal yang ada dizaman kehidupan beliau saw saja, dan beliau saw telah pula mengingatkan agar jangan membuat buat hal yang buruk (Bid’ah dhalalah). Mengenai pendapat yang mengatakan bahwa hadits ini adalah khusus untuk sedekah saja,  maka  tentu  ini  adalah  pendapat  mereka  yang  dangkal  dalam  pemahaman syariah,  karena  hadits  diatas  jelas  jelas  tak  menyebutkan  pembatasan  hanya  untuk sedekah  saja,  terbukti  dengan  perbuatan  bid’ah  hasanah  oleh  para  Sahabat  dan Tabi’in.
 Siapakah  yang  pertama  memulai  Bid’ah  hasanah  setelah wafatnya Rasul saw?
Ketika  terjadi  pembunuhan  besar  besaran  atas  para  sahabat  (Ahlul  yamaamah)  yang mereka  itu  para  Huffadh  (yang  hafal)  Alqur’an  dan  Ahli  Alqur’an  di  zaman  Khalifah Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :  “Sungguh  Umar  (ra)  telah  datang  kepadaku  dan  melaporkan  pembunuhan  atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu  ia  menyarankan  agar  Aku  (Abubakar  Asshiddiq  ra)  mengumpulkan  dan  menulis Alqur’an,  aku  berkata  :  Bagaimana  aku  berbuat  suatu  hal  yang  tidak  diperbuat  oleh
Rasulullah..?, maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan  merupakan  kebaikan,  dan  ia  terus  meyakinkanku  sampai  Allah  menjernihkan dadaku  dan  aku  setuju  dan  kini  aku  sependapat  dengan  Umar,  dan  engkau  (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah  mencatat  wahyu,  dan  sekarang  ikutilah  dan  kumpulkanlah  Alqur’an  dan  tulislah Alqur’an..!”  Berkata  Zeyd  :  “Demi  Allah  sungguh  bagiku  diperintah  memindahkan  sebuah  gunung daripada  gunung  gunung  tidak  seberat  perintahmu  padaku  untuk  mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw?”,    maka  Abubakar  ra  mengatakannya  bahwa  hal  itu  adalah  kebaikan,  hingga iapun  meyakinkanku  sampai  Allah  menjernihkan  dadaku  dan  aku  setuju  dan  kini  aku sependapat  dengan  mereka  berdua  dan  aku  mulai  mengumpulkan  Alqur’an”.  (Shahih Bukhari hadits no.4402 dan 6768). Nah  saudaraku,  bila  kita  perhatikan  konteks  diatas  Abubakar  shiddiq  ra  mengakui dengan  ucapannya  :  “sampai  Allah menjernihkan  dadaku  dan aku setuju  dan  kini aku sependapat  dengan  Umar”,  hatinya  jernih  menerima  hal  yang  baru  (bid’ah  hasanah) yaitu  mengumpulkan  Alqur’an,  karena  sebelumnya  alqur’an  belum  dikumpulkan menjadi  satu  buku,  tapi  terpisah  pisah  di  hafalan  sahabat,  ada  yang  tertulis  di  kulit onta,  di  tembok,  dihafal  dll,  ini  adalah  Bid’ah  hasanah,  justru  mereka  berdualah  yang memulainya. Kita perhatikan hadits yang dijadikan dalil menafikan (menghilangkan) Bid’ah hasanah mengenai  semua  bid’ah  adalah  kesesatan,  diriwayatkan  bahwa  Rasul  saw  selepas melakukan  shalat  subuh  beliau  saw  menghadap  kami  dan  menyampaikan  ceramah yang membuat hati berguncang, dan membuat airmata mengalir.., maka kami berkata : “Wahai  Rasulullah..  seakan  akan  ini  adalah  wasiat  untuk  perpisahan…,  maka  beri  wasiatlah  kami..”  maka  rasul  saw  bersabda  :  “Kuwasiatkan  kalian  untuk  bertakwa kepada  Allah,  mendengarkan  dan  taatlah  walaupun  kalian  dipimpin  oleh  seorang Budak  afrika,  sungguh  diantara  kalian  yang  berumur  panjang  akan  melihat  sangat banyak  ikhtilaf  perbedaan  pendapat,  maka  berpegang  teguhlah  pada  sunnahku  dan sunnah  khulafa’urrasyidin  yang  mereka  itu  pembawa  petunjuk,  gigitlah  kuat  kuat dengan geraham kalian (suatu kiasan untuk kesungguhan), dan hati hatilah dengan hal hal  yang  baru,  sungguh  semua  yang  Bid;ah  itu  adalah  kesesatan”.  (Mustadrak Alasshahihain hadits no.329). Jelaslah bahwa Rasul saw menjelaskan pada kita untuk mengikuti sunnah beliau dan sunnah  khulafa’urrasyidin,  dan  sunnah  beliau  saw  telah  memperbolehkan  hal  yang baru selama itu baik dan tak melanggar syariah, dan sunnah khulafa’urrasyidin adalah anda lihat sendiri bagaimana Abubakar shiddiq ra dan Umar bin Khattab ra menyetujui bahkan  menganjurkan,  bahkan  memerintahkan  hal  yang  baru,  yang  tidak  dilakukan oleh  Rasul  saw  yaitu  pembukuan  Alqur’an,  lalu  pula  selesai  penulisannya  dimasa Khalifah Utsman bin Affan ra, dengan persetujuan dan kehadiran Ali bin Abi Thalib kw Nah..  sempurnalah  sudah  keempat  makhluk  termulia  di  ummat  ini,  khulafa’urrasyidin melakukan  bid’ah  hasanah,  Abubakar  shiddiq  ra  dimasa  kekhalifahannya memerintahkan  pengumpulan  Alqur’an,  lalu  kemudian  Umar  bin  Khattab  ra  pula dimasa  kekhalifahannya  memerintahkan  tarawih  berjamaah  dan  seraya  berkata  : “Inilah sebaik baik Bid’ah!”(Shahih Bukhari hadits no.1906)  lalu pula selesai penulisan Alqur’an  dimasa  Khalifah  Utsman  bin  Affan  ra  hingga  Alqur’an  kini  dikenal  dengan nama Mushaf Utsmaniy, dan Ali bin Abi Thalib kw menghadiri dan menyetujui hal itu. Demikian pula hal yang dibuat-buat tanpa perintah Rasul saw adalah dua kali adzan di Shalat  Jumat,  tidak  pernah  dilakukan  dimasa  Rasul  saw,  tidak  dimasa  Khalifah Abubakar shiddiq ra, tidak pula dimasa Umar bin khattab ra dan baru dilakukan dimasa Utsman bin Affan ra, dan diteruskan hingga kini (Shahih Bulkhari hadits no.873). Siapakah  yang  salah  dan  tertuduh?,  siapakah  yang  lebih  mengerti  larangan  Bid’ah?, adakah pendapat mengatakan bahwa keempat Khulafa’urrasyidin ini tak faham makna Bid’ah?
Bid’ah Dhalalah
Jelaslah  sudah  bahwa  mereka  yang  menolak  bid’ah  hasanah  inilah  yang  termasuk pada  golongan  Bid’ah  dhalalah,  dan  Bid’ah  dhalalah  ini  banyak  jenisnya,  seperti penafikan sunnah, penolakan ucapan sahabat, penolakan pendapat Khulafa’urrasyidin, nah…diantaranya  adalah  penolakan  atas  hal  baru  selama  itu  baik  dan  tak melanggar syariah,  karena  hal  ini  sudah  diperbolehkan  oleh  Rasul  saw  dan  dilakukan  oleh Khulafa’urrasyidin,  dan  Rasul  saw  telah  jelas  jelas  memberitahukan  bahwa  akan muncul  banyak  ikhtilaf,  berpeganglah  pada Sunnahku  dan  Sunnah  Khulafa’urrasyidin, bagaimana Sunnah Rasul saw?, beliau saw membolehkan Bid’ah hasanah, bagaimana sunnah Khulafa’urrasyidin?, mereka melakukan Bid’ah hasanah, maka penolakan atas hal  inilah  yang  merupakan  Bid’ah  dhalalah,  hal  yang  telah  diperingatkan  oleh  Rasul saw. Bila  kita  menafikan  (meniadakan)  adanya  Bid’ah  hasanah,  maka  kita  telah  menafikan dan  membid’ahkan  Kitab  Al-Quran  dan  Kitab  Hadits  yang  menjadi  panduan  ajaran pokok  Agama  Islam  karena  kedua  kitab  tersebut  (Al-Quran  dan  Hadits)  tidak  ada perintah  Rasulullah  saw  untuk  membukukannya  dalam  satu  kitab  masing-masing, melainkan  hal  itu  merupakan  ijma/kesepakatan  pendapat  para  Sahabat Radhiyallahu’anhum dan hal ini dilakukan setelah Rasulullah saw wafat. Buku  hadits  seperti  Shahih  Bukhari,  shahih  Muslim  dll  inipun  tak  pernah  ada perintah Rasul  saw  untuk  membukukannya,  tak  pula  Khulafa’urrasyidin  memerintahkan menulisnya, namun para tabi’in mulai menulis hadits Rasul saw. Begitu  pula  Ilmu  Musthalahulhadits,  Nahwu,  sharaf,  dan  lain-lain  sehingga  kita  dapat memahami  kedudukan  derajat  hadits,  ini  semua  adalah  perbuatan  Bid’ah  namun
Bid’ah Hasanah.
Demikian  pula  ucapan  “Radhiyallahu’anhu”  atas  sahabat,  tidak  pernah  diajarkan  oleh Rasulullah saw, tidak pula oleh sahabat, walaupun itu di sebut dalam Al-Quran bahwa mereka  para  sahabat  itu  diridhoi  Allah,  namun  tak  ada  dalam  Ayat  atau  hadits  Rasul saw memerintahkan untuk mengucapkan ucapan itu untuk sahabatnya, namun karena kecintaan  para  Tabi’in  pada  Sahabat,  maka  mereka  menambahinya  dengan  ucapan tersebut. Dan ini merupakan Bid’ah Hasanah dengan dalil Hadits di atas, Lalu muncul pula  kini  Al-Quran  yang  di  kasetkan,  di  CD  kan,  Program  Al-Quran  di  handphone,  Al-Quran yang diterjemahkan, ini semua adalah Bid’ah hasanah. Bid’ah  yang  baik  yang  berfaedah  dan  untuk  tujuan  kemaslahatan  muslimin,  karena dengan  adanya  Bid’ah  hasanah  di  atas  maka  semakin  mudah  bagi  kita  untuk mempelajari  Al-Quran,  untuk  selalu  membaca  Al-Quran,  bahkan  untuk  menghafal  Al-Quran dan tidak ada yang memungkirinya. Sekarang  kalau  kita  menarik  mundur  kebelakang  sejarah  Islam,  bila  Al-Quran  tidak dibukukan  oleh  para  Sahabat  ra,  apa  sekiranya  yang  terjadi  pada  perkembangan sejarah Islam ?
Al-Quran  masih  bertebaran  di  tembok-tembok,  di  kulit  onta,  hafalan  para  Sahabat  ra yang  hanya  sebagian  dituliskan,  maka  akan  muncul  beribu-ribu  Versi  Al-Quran  di zaman  sekarang,  karena  semua  orang  akan  mengumpulkan  dan  membukukannya, yang  masing-masing  dengan  riwayatnya  sendiri,  maka  hancurlah  Al-Quran  dan hancurlah  Islam.  Namun  dengan  adanya  Bid’ah  Hasanah,  sekarang  kita  masih mengenal  Al-Quran  secara  utuh  dan  dengan  adanya  Bid’ah  Hasanah  ini  pula  kita masih mengenal Hadits-hadits Rasulullah saw, maka jadilah Islam ini kokoh dan Abadi, jelaslah  sudah  sabda  Rasul  saw  yang  telah  membolehkannya,  beliau  saw  telah mengetahui dengan jelas bahwa hal hal baru yang berupa kebaikan (Bid’ah hasanah), mesti  dimunculkan  kelak,  dan  beliau  saw  telah  melarang  hal  hal  baru  yang  berupa keburukan (Bid’ah dhalalah). Saudara  saudaraku,  jernihkan  hatimu  menerima  ini  semua,  ingatlah  ucapan Amirulmukminin  pertama  ini,  ketahuilah  ucapan  ucapannya  adalah  Mutiara  Alqur’an, sosok agung Abubakar Ashiddiq ra berkata mengenai Bid’ah hasanah : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”. Lalu  berkata  pula  Zeyd  bin  haritsah  ra  :”..bagaimana  kalian  berdua  (Abubakar  dan Umar)  berbuat  sesuatu  yang  tak  diperbuat  oleh  Rasulullah  saw?,    maka  Abubakar  ra mengatakannya  bahwa  hal  itu  adalah  kebaikan,  hingga  iapun(Abubakar  ra) meyakinkanku (Zeyd) sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua”.
Maka  kuhimbau  saudara  saudaraku  muslimin  yang  kumuliakan,  hati  yang  jernih menerima hal hal baru yang baik adalah hati yang sehati dengan Abubakar shiddiq ra, hati Umar bin Khattab ra, hati Zeyd bin haritsah ra, hati para sahabat, yaitu hati yang dijernihkan Allah swt,
Dan  curigalah  pada  dirimu  bila  kau  temukan  dirimu  mengingkari  hal  ini,  maka barangkali  hatimu  belum  dijernihkan  Allah,  karena  tak  mau  sependapat  dengan mereka,  belum  setuju dengan  pendapat  mereka, masih  menolak  bid’ah hasanah,  dan Rasul saw sudah mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak ikhtilaf, dan peganglah perbuatanku dan perbuatan khulafa’urrasyidin, gigit dengan geraham yang maksudnya berpeganglah erat erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka. Allah  menjernihkan  sanubariku  dan  sanubari  kalian  hingga  sehati  dan  sependapat dengan Abubakar Asshiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib kw dan seluruh sahabat.. amiin
 Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah
1.  Al  Hafidh  Al  Muhaddits  Al  Imam  Muhammad  bin  Idris  Assyafii  rahimahullah
(Imam Syafii)
Berkata  Imam  Syafii  bahwa  bid’ah  terbagi  dua,  yaitu  bid’ah  mahmudah  (terpuji)  dan bid’ah madzmumah (tercela),  maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar bin  Khattab  ra  mengenai  shalat  tarawih  :  “inilah  sebaik  baik  bid’ah”.  (Tafsir  Imam Qurtubiy juz 2 hal 86-87)
2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah
“Menanggapi  ucapan  ini  (ucapan  Imam  Syafii),  maka  kukatakan  (Imam  Qurtubi berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi : “seburuk buruk permasalahan adalah  hal  yang  baru,  dan  semua  Bid’ah  adalah  dhalalah”  (wa  syarrul  umuuri muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal hal yang tidak sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu  ‘anhum,  sungguh  telah  diperjelas  mengenai  hal  ini  oleh  hadits  lainnya  :  “Barangsiapa membuat  buat  hal  baru  yang  baik  dalam  islam,  maka  baginya  pahalanya  dan  pahala orang  yang  mengikutinya  dan  tak  berkurang  sedikitpun  dari  pahalanya,  dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan  dosa  orang  yang  mengikutinya”  (Shahih  Muslim  hadits  no.1017)  dan  hadits  ini merupakan  inti  penjelasan  mengenai  bid’ah  yang  baik  dan  bid’ah  yang  sesat”.  (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)
3.  Al  Muhaddits  Al  Hafidh  Al  Imam  Abu  Zakariya  Yahya  bin  Syaraf  Annawawiy
rahimahullah (Imam Nawawi)
“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam,  maka  baginya  pahalanya  dan  pahala  orang  yang  mengikutinya  dan  tak berkurang  sedikitpun  dari  pahalanya,  dan  barangsiapa  membuat  buat  hal  baru  yang dosanya”,  hadits  ini  merupakan  anjuran  untuk  membuat  kebiasaan  kebiasaan  yang baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat pengecualian  dari  sabda  beliau  saw  :  “semua  yang  baru  adalah  Bid’ah,  dan  semua yang  Bid’ah  adalah  sesat”,  sungguh  yang  dimaksudkan  adalah  hal  baru  yang  buruk dan Bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)
Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu Bid’ah yang  wajib,  Bid’ah  yang  mandub,  bid’ah  yang  mubah,  bid’ah  yang  makruh  dan  bid’ah yang haram. Bid’ah  yang  wajib  contohnya  adalah  mencantumkan  dalil  dalil  pada  ucapan  ucapan yang  menentang  kemungkaran,  contoh  bid’ah  yang  mandub  (mendapat  pahala  bila dilakukan  dan  tak  mendapat  dosa  bila  ditinggalkan)  adalah  membuat  buku  buku  ilmu syariah,  membangun  majelis  taklim  dan  pesantren,  dan  Bid;ah  yang  Mubah  adalah bermacam  macam  dari  jenis  makanan,  dan  Bid’ah  makruh  dan  haram  sudah  jelas diketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum, sebagaimana  ucapan  Umar  ra  atas  jamaah  tarawih  bahwa  inilah  sebaik2  bid’ah”. (Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)
Al  Hafidh  AL  Muhaddits  Al  Imam  Jalaluddin  Abdurrahman  Assuyuthiy rahimahullah
Mengenai hadits  “Bid’ah  Dhalalah”  ini  bermakna  “Aammun  makhsush”,  (sesuatu  yang umum  yang  ada  pengecualiannya),  seperti  firman  Allah  :  “…  yang  Menghancurkan segala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau pula  ayat  :  “Sungguh  telah  kupastikan  ketentuanku  untuk  memenuhi  jahannam dengan  jin  dan  manusia  keseluruhannya”  QS  Assajdah-13),  dan  pada kenyataannya  bukan  semua  manusia  masuk  neraka,  tapi  ayat  itu  bukan  bermakna keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189). Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman para  Muhaddits  maka  mestilah  kita  berhati  hati  darimanakah  ilmu  mereka?, berdasarkan  apa  pemahaman  mereka?,  atau  seorang  yang  disebut  imam  padahal  ia tak  mencapai  derajat  hafidh  atau  muhaddits?,  atau  hanya  ucapan  orang  yang  tak punya  sanad,  hanya  menukil  menukil  hadits  dan  mentakwilkan  semaunya  tanpa memperdulikan fatwa fatwa para Imam?
HADITS DHO’IF
HAD

SERAT MAKDUM SARPIN

SERAT MAKDUM SARPIN
Oleh: Ki Abduljabbar

Siapakah Aku?
Kenapa Aku diciptakan?
Kemana Aku setelah mati?

Banyak orang yg lupa akan jati dirinya, lupa siapa dirinya yg pada saat ruh ditiupkan sudah bersumpah bahwa tuhannya adalah Allah dan rasulnya adalah Muhammad SAW. Hal ini disebabkan karena manusia cenderung lupa akan tujuan Allah ta’ala menciptakan manusia. Sesungguhnya penciptaan alam semesta beserta isinya adalah cermin dari Allah ta’ala, merupakan refleksi sifat-sifat Allah. Sehingga seluruh alam semesta ini tawaf bergerak centrifugal yaitu gerakan ke arah kiri yang menarik energi kearah titik center, semua ini memberikan arti bahwa seluruh energi akan bergerak pada titik pusatnya yaitu Allah azza wajala.

Penciptaan Manusia selalu diikuti dengan penciptaan Malaikat seperti keterangan surat Al-Qur’an: QS13: Ar-ra’d : 11

LAHU MU’AQQIBAATUN MIN BAYNI YADAYHI WAMIN KHALFIHI YAHFAZHUUNAHU MIN AMRI ALLAAHI INNA ALLAAHA LAA YUGHAYYIRU MAA BIQAWMIN HATTAA YUGHAYYIRUU MAA BI-ANFUSIHIM WA-IDZAA ARAADA ALLAAHU BIQAWMIN SUU-AN FALAA MARADDA LAHU WAMAA LAHUM MIN DUUNIHI MIN WAALIN.
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

QS 6: Al-Anaam:61
“WAHUWA ALQAAHIRU FAWQA ‘IBAADIHI WAYURSILU ‘ALAYKUM HAFAZHATAN HATTAA IDZAA JAA-A AHADAKUMU ALMAWTU TAWAFFAT-HU RUSULUNAA WAHUM LAA YUFARRITHUUNA”
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

Dua Ayat tsb di atas menunjukkan bahwa di dalam diri kita ini terdapat qorin malaikat yg bertujuan untuk membantu manusia mengatasi masalah hidup di dunia ini dan Malaikat-malaikat tsb hanya patuh kepada perintah Allah, bukan paturh kepada manusia. Karena manusia melupakan kesadaran tsb, sehingga yg muncul adalah khodam-khodam dari golongan jin, sehingga meskipun sholat kita rajin, ibadah lainnya kita lakukan, ternyata masih juga gampang manusia melakukan kedzaliman. Untuk mengatasi semua ini manusia memerlukan suatu amalan agar energi positif yang selaras dengan alam semesta serta malaikat tubuh manusia itu sendiri, bergerak centrifugal kepada sang Khaliq yaitu Allah Subhana wata ala. Inilah amalannya:

BISSMILLAHIRRAHMAANIR RAHIIM ….2X
BISSMILLAHI LAA ILLAAHA ILLALLAH ANTA,
LAA ILLAAHA ILLALLAH ANTA,
LAA ILLAAHA ILLALLAH INNI UHRO
LAA ILLAAHA ILLALLAH AMANA BILLAHI
LAA ILLAAHA ILLALLAH AMANATAN MIN INDILLAHI
LAA ILLAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUN RASUULULLAAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
ALLAHUMA YA JIBRILLU, WA MIKA ILLU, WA ISROFILLU, WA IJROILLU
KOLLU HAIRIL MIN SULTHONI WASHRIF ‘ANNA SYARRIHI
KAF, HA, YA, ‘AIN, SHOD
HA, MIM, ‘AIN, SIN, KHOF
YA ALLAH  ‘AIN, SIN, KHOF
YA MUHAMMAD  ‘AIN, SIN KHOF
YA MUSTAFA  ‘AIN, SIN KHOF
SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BIRROHMATIKA YA ‘ARHAMAR ROHIMIN

Setiap selesai sholat fardhu, amalan tsb di atas dibaca 3x dengan 3 kali tarikan napas. Artinya baca amalan dgn menahan napas sampai 3x.
Pada amalan ini terdapai hizib Kama’in yaitu

KAF, HA, YA, ‘AIN, SHOD
HA, MIM, ‘AIN, SIN, KHOF

Huruf Kaf : Rahasia nya terbuka tabir.
Huruf Kaf ini bermakna kamalan. Kata kamalan berasal dari kata kamila-yakmalu-kamalan. Pda surah Al-Maidah 5:3, didalamnya terdapat kata berhuruf Kaf, Miim dan Lam. Firman Allah: Pada hari ini akmaltu (Aku sempurnakan) untuk kamu agama mu dan telah Aku cukupkan kepada mu nikmat Ku dan telah Aku redhai Islam itu menjadi agama bagi mu.
Menariknya ayat ini diturunkan pada saat umat Islam merayakan Aidil Adha/Hari Raya Haji.

Huruf Ha’ : Rahasia nya bermaksud Jiwa Keillahian yang keluar dari paru-paru sbagai ungkapan tasbih dan tahmid yang dia yakini bahwa dirinya dari Dia Al-Huwa, bermula diatas Al-Huwa dan berakhir pada Al-Huwa. Huruf Ha’ ini bermakna hidayatan. Kata akar terdiri dari huruf Ha’, Dal dan Ya. Maknanya berkisar pada dua hal:
Pertama, Tampil kedepan memberi petunjuk, dari sini lahir kata hadiy yang bermakna penunjuk jalan kerana ia tampil kedepan.
Kedua, menyampai dengan lemah lembut. Dari sini lahir kata hadiah yang berarti penyampaian sesuatu dengan lemah lembut. Pengantin perempuan dinamai al-hadiyu kerana keluarga menghantarnya kepada suami dengan lemah lembut. Dari akar kata yang sama juga lahir kata al-hadiyu ialah ‘ternakan’ yang dipersembahkan ke Kaabah sebagai tanda pendekatan diri kepada Allah dan untuk memohon kasih sayang Nya.

Huruf Ya : Rahasia nya Hati Rasulullah yakni hati yang mampu untuk menampung seluruh isi alam. Huruf Ya bermakna Yaqinan artinya keyakinan. Yakin adalah sifat ilmu diatas makrifat.

Huruf ‘Ain : Rahasia nya Hakikat Ujud. Ia asal segala yang ada.
Huruf ‘Ain bermakna ‘Ilman. Kata ‘ilman berasal dari kata ‘alima-ya’lamu-‘ilman. Ilmu berarti menjangkau sesuatu sesuai dengan keadaannya yang sebenar. Bahasa Arab menggunakan semua kata yang tersusun dari huruf-huruf ‘Ain, Lam dan Miim dalam berbagai bentuknya untuk menggambar kan sesuatu dengan jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan. Allah SWT dinamai ‘Alim kerana pengetahuan Nya yang amat jelas sehingga terungkap segala-gala.

Huruf Shod : Rahasia nya keteguhan ilmu Arifbillah.
Huruf Shod bermakna Shabran. Kata Shabran berasal dari kata shabara-yashbiru-shabran yang maknanya adalah kesabaran. Firman Allah : Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi kerana kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan salam didalamnya.

Huruf Ha : Rahasia nya pengisian alam dengan keindahan.
Huruf Ha bermakna Hikmatan. Kata yang menggunakan huruf Ha, Kaf dan Miim ini berkisar maknanya pada ‘menghalangi’. Memilih perbuatan terbaik dari dua hal yang buruk pun dinamai hikmah dan pelaku nya dinamai hakim (bijaksana). Siapa yang tepat dalam penilaian dan dalam pengaturan Nya, dialah yang hakim.

Firman Allah : Allah menganugerahkan alhikmah. Dan barangsiapa yang dianugerahkan al-hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi kurnia yang banyak dan hanya orang-orang yang berakal sajalah yang dapat mengambil pelajaran. (Al-Baqarah 2:269)

Huruf Miim : Rahasia Tauhid. Rahsia nya damai.
Huruf Miim bermakna maghfiratan. Kata maghfiratan berasal dari kata ghafara-yaghfiru-ghafran-ghufranan-maghfiratan. Kata ghafara berarti menutupi sesuatu dan mengampuni dosa, yakni penutupan dosa-dosa karena kemurahan dan anugerah Allah.

Huruf Miim juga bermakna mata’an yang maknanya kesenangan.

Huruf ‘Ain : rahasia nya hakikat ujud.
Huruf ‘Ain juga bermakna ‘Afwan. Kata ini berasal dari kata ‘afa-ya’fu-‘afwan. Kata yang terdiri dari huruf ‘ain, fa’ dan wauw. Dari sini lahir kata ‘afwu yang juga diartikan menutupi, bahkan dari rangkaian tiga huruf ini juga lahir makna terhapus atau habis tiada berbekas.

Huruf Sin : Rahasia nya Allah diatas arasy ujud.
Huruf Sin bermakna salamatan. Kata salamatan berasal dari kata salima-yaslamu-salamatan, yang maknanya keselamatan. Terdiri dari huruf sin, lam dan miim maknanya berkisar kepada keselamatan dan keterhindaran dari segala yang tercela. Allah memberi salam kepada hamba-hamba nya disurga kelak. Surah Yaasin 36:58 : Salam sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Huruf Sin juga bermakna sa’adatan yang berasal dari kata sa’ida-yas’adu-sa’adatan yang bermakna kebahagian dan keberuntungan.

Huruf Qaf : Rahasia nya penerimaan curahan keyakinan.
Huruf Qaf bermakna qurban. Qurban berasal dari kata qaruba-yaqrubu-qurban-qurbanan yang bermakna kedekatan. Huruf Qaf bermakna qana’atan. Berasal dari qani’a-yaqna’u-qana’an-qana’atan yang secara bahasa bermakna rela atau suka menerima yang dibagikan kepadanya.

khaf: menutup semua/menguasai
ha: hak
ya: yang telah ditetapkan sebelumnya
‘ain : ucapan
shod: yang benar dan nyata.

menutup semua/menguasai hak yang telah ditetapkan sebelumnya dan ucapan yang benar dan nyata.
khaf ha ya ‘ain shod dibaca 333 x sangat bagus untuk mengisi semua ilmu dialam semesta.
baca bismillah khaf ha ya ‘ain shod 13 x tahan nafas, untuk mengobati, memproteksi apapun, mengisi ilmu ke benda /orang, dll

Demikianlah semoga bermanfaat dunia dan akhrat. Aamiin ya Rabbal alamin…

 

 

SAHADAT PAMUNGKAS

SAHADAT PAMUNGKAS

oleh: Ki Abduljabbar

“ASY HADU ALLAA ILAA HA ILLALLOOH WA ASY HADU ANNAMUKHAMMADAR ROSUULULLOOH
BISMILLAAHITTAMMATI QULLIHAA FA-AN”

baca sekuatnya (semampunya) tiup pada kedua telapak tangan usapkan kemuka. Khasiatnya rasakan sendiri.

Konsekuensi syahadat la ilaha illallah adalah meninggalkan segala bentuk peribadahan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Selain itu ia juga melahirkan sikap mencintai orang yang bertauhid dan membenci orang yang berbuat syirik. Sedangkan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah menaati Nabi, membenarkan sabdanya, meninggalkan larangannya, beramal dengan sunnahnya dan meninggalkan bid’ah, serta mendahulukan ucapannya di atas ucapan siapapun. Selain itu, ia juga melahirkan sikap mencintai orang-orang yang taat dan setia dengan sunnahnya dan membenci orang-orang yang durhaka dan menciptakan perkara-perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada tuntunannya.

Semoga ada manfaatnya. Aamiin…

MENCEGAH DATANGNYA BENCANA MUNGKINKAH?

Mencegah Datangnya Bencana Mungkinkah ?

Oleh: Taufik Rifky

Assallamuallaikum wr.wb,

Akhir-akhir ini banyak bermunculan penglihatan-penglihatan mengenai datangnya berbagai macam bencana yang akan terjadi ditahun ini, karena tahun ini adalah masanya gusti Allah menghukum jaman, karena kelakuan kita sebagai manusia yang sudah melampaui batas, terakhir diperlihatkan tsunami setinggi langit menenggelamkan seluruh nusantara ini tanpa bekas, n ketika menonton siaran televisi diberbagai media banyak diberitakan datangnya bencana puting beliung, dan gempa bumi di beberapa wilayah di negri tercinta kita ini, sebagai orang yang hidup dinegri ini tentulah saya merasa sangat prihatin dengan kejadian-kejadian yang terjadi dinegri ini, tapi kita juga ndak bisa menyalahkan gusti Allah bila menurunkan peringatan berupa bencana dinegri kita tercinta ini, ingatlah saudaraku berapa besar dan banyak gusti Allah menurunkan nikmatnya,rahmadnya,barokahnya untuk kita didunia ini tapi apa balasan kita, kita membalasnya dengan setumpuk dosa, banyak kemaksiatan merajalela, banyak ayah menghamili anak kandungnya sendiri, banyak pembunuhan yang merajalela, banyaknya ajaran-ajaran sesat yang tujuannya adalah untuk memperkaya diri sendiri dsb, hal inilah yang menjadikan gusti Allah murka kepada kita, padahal kalo dilihat dosa2 manusia itu sudah luar biasa besarnya, tapi kenapa gusti Allah tidak langsung mengadzab negri ini seperti yang terjadi dijamannya nabi nuh,dan nabi sebelum nabi Muhammad SAW , padahal banyak penghuni pertama kali dipulau jawa ini banyak yang meminta dan berusaha menenggalamkan nusantara ini tetapi kenapa gusti Allah sampai saat ini hanya memberi kita peringatan saja, karena dalam hal ini berlakulah sifatnya gusti Allah yaitu ya sabhuru artinya yang maha sabar,

Bahkan sampai saat inipun gusti Allah masih menunggu tobat kita, sampai2 gusti Allah hanya melihat kebaikan2 yang kita perbuat saja, sedangkan kejelekan kita diabaikan oleh gusti Allah, karena sampai saat ini gusti Allah masih menunggu hamba2nya kembali kejalan yang lurus, jalan yang diridhoinya jalan yang dibawa oleh Rosullullah SAW, begitulah yang saya dengar dari para alim ulama, wahai saudaraku, ketahuilah bahwa kita didunia ini diciptakan dan diberi kehidupan oleh gusti Allah ditempatkan dibumi ini adalah untuk menjaga keharmonisasi kita dengan alam serta merawat alam ini, supaya gemah ripah loh jinawi dsb, juga untuk berbelomba2 mengerjakan kebaikan untuk mendapatkan ridhonya gusti Allah SWT, dan mendapatkan syafaat dari Rosullullah SAW, tapi semua itu sudah tidak lagi kita ingat, kita lebih mementingkan nafsu kita, kenikmatan2 duniawi yang kita kejar, ketahuilah wahai saudaraku sebangsa setanah air, ketika pada waktunya kita dihisap diakherat nanti, ketika kita melewati jembatan sirotol mustaqim nanti barulah kita akan menyadari sedetik hidup didunia ini sangatlah berharga ini adalah sedikit gambaran yang diperlihatkan gusti Allah kepada saya,

ok, kembali kemasalah alam dan bencana, sebenarnya didunia ini gusti Allah menciptakan kita lebih sempurna dari makhluk yang lain supaya kita dapat menjalankan tugas kita untuk merawat alam ini, mencegah datangnya bencana dan segala macamnya, tetapi dari semua manusia yang hidup dimuka bumi ini hanya sedikit saja yang diberikan hidayah dan kesadaran akan tugas2nya didunia ini merekalah yang mendapatkan gelar Rizalul alam dan Rizalul goib, Rizaul alam adalah lelanange alam, tugasnya adalah menjaga kesetabilan alam, mencegah supaya alam ini tidak guncang dan segala macamnya, adapun Rijalul gaib adalah lelanange gaib, tugasnya adalah menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia gaib, supaya tidak bertabrakan dan mengacaukan keseimbangan ruang dan waktu serta kedua dunia itu sendiri, tapi sayangnya orang-orang yang menganggap dirinya Rijalul alam tidak pernah muncul disaat Rizalul alam yang lain pada kerja mbenahin alam ini supaya ndak guncang, sadarlah kalian yang mengangap diri Rizalul alam, bahwa Rizalul alam itu tugasnya bukan mengurusi manusia bukan mengurusi kehidupan duniawi, Rizalul alam itu adalah yang manunggal dengan alam dan manunggal dengan gusti,

masa ada seorang yang menganggap dirinya Rizalul alam masih mabuk pujian, disaat yang lainnya pada pontang2 meredakan guncangan2an yang terjadi dialam ini sedangkan kalian malah enak2an mikirin dunia, mabuk pujianlah, masih nyari kesaktian, dll, Rizalul alam itu bukan pemegang maqom guru, karena yang memegang maqom guru itu adalah orang yang sudah mencapai tataran makrifatnya alam dan dia pulalah yang akan membuka satrio paningit untuk duduk ditempatnya, kepada siapapun yang merasa dirinya Rijalul alam, bilamana sampai terjadi guncangan disebuah wilayah dan makan korban jiwa sedangkan kalian tidak berbuat apapun untuk mencegahnya maka kalianlah yang akan menanggung seluruh dosa2nya orang2 yang wilayahnya terkena bencana tersebut, semoga dengan ini siapapun yang merasa dirinya Rizalul alam dapan mengerti akan kesalahan dan kelalaiannya serta mawas diri dalm mensikapi segala sesuatu yang terjadi dialam ini,

Siapapun bisa menjadi Rizalul alam, karena Rizalul alam itu adalah gelar yang diberikan oleh gusti Allah bagi khalifah2nya yang menyadari tugas2nya didunia ini, tugas yang datangnya dari gusti Allah merupakan pekerjaan untuk kita, maka sebagai seorang pekerja kita tenaga kerja gusti Allah bosx, yang namanya tenaga kerja pasti mendapatkan gaji dari atasan sesuai dengan jenis pekerjaan dan hasil yang dia capai, jangan kuatir Gusti Allah juga menggaji kita dengan cara yang berbeda karena gusti Allah adalah tuhan kita gaji tersebut dapat kita rasakan didunia dan diakhirat,

saya mengajak kepada siapapun yang berkunjung keblog ini, marilah kita menghalau semua bencana yang terjadi dineri ini, dengan ilmu atau amalan yang selama ini kita pelajari, kalo biasanya kita mentester ilmu yang baru kita pelajari, dengan berbagai macam cara tapi pernahkah kita mentester ilmu tersebut dengan kekuatan alam, perlu anda ketahui manusia itu lebih cepat berinteraksi dengan alam dibandingkan makhluk ciptaan gsti Allah yang lain, jadi menghentikan bencana bukanlah hal yang mustakhil untuk dilakukan, efek postifnya selain kita dapat mengukur power yang ada didalam diri kita juga ilmu yang kita pelajari, kita juga dapat suplay power dari alam dalam jumlah besar, sehingga kita dapat melakukan hal2 yang diluar jangkauan manusia dll,serta sehat wal afiat sampai akhir hayat, tidak mempan ditembus ilmu apapun dll, knp demikian karena dalam hal ini terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan alam,

beberapa bulan yang lalu presiden pertama dinegri kita ini yaitu Pak Ir.Sukarno, menemui saya dan beliau meminta supaya mengajak saudara2 yang sebangsa dan setanah air untuk bersama2 menolak semua bencana dan marabahaya yang mengancam negri kita tercinta ini baik dari dalam atau dari luar, beliau memberikan ilmu, khusus untuk menolak bencana dan marabahaya, serta kabulnya segala macam hajat2 besar terutama untuk menanggulangi krisis ekonomi maupun krisi moral yang terjadi dinegri kita tercinta ini, jadi ilmu ini bisa dikatak multifungsi, tapi tujuan utamanya tetap Negara lebih penting dari semua permasalahan2 kita setiap harinya, ilmunya adalah sebagai berikiut :

1. Tawasul seperti biasa yang anda jalankan,
2. niatkan terhubung dengan Presiden kita Bung karno, bacakan al fatihah 41x untuk beliau,
3. kemudian baca surat Al kahfi 1x,
4. diteruskan membaca ALLAHU AKBAR 5000/10.000 kali,
5. niatkan bahwa semua wirit dan amalan tersebut ditujuakn untuk meraparasi alam dan negara,
6. sebutkan Hajat anda ………. masing2 tutup al fatihah 17x

Alhamdulillah sudah saya jalankan beberapa bulan ini dan hasilnya luar biasa sekali, karena datangnya dari pemimpin negri kita tercinta ini hasilnya gak tanggung2 silahkan dirasakan manfaatny,

cara kedua seperti yang pernah saya posting dulu

Basmallah, 1x,
– fatihah 41x,
– ikhlas 17x
– al fala…q 17x
– an nas 17x,
– sahadat 17x
– solawat 17x,
– ASMAUL HUSNA,
ya Allah Ya Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
Ya Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
Ya Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
Ya Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
Ya Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
… Ya Mu’min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
Ya Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
Ya Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuas
Ya Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
Ya Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
(ya Allah dengan namamu yang agung ini limpahkanlah segala kebaikan, kasih sayang,cinta kasihm dan seluruh mahklukmu kepada hamba ya Allah, lindungilah hamba disetiap aktifitas dan kehidupan hamba serta keluarga hamba dari kejahatan seluruh mahkluk yang engkau ciptakan ya Allah)
Ya Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
Ya Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
Ya Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
Ya Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
Ya Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
Ya Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
Ya Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
Ya Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
Ya ‘Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
Ya Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
(Ya Allah kabulkanlah setiap apa yang menjadi hajat kami……(sebut hajat)karena engkaulah ya Allah tuhan yang maha menjadikan segala sesuatu yang tersembunyi didalam hati kami ya Allah ya rob)
Ya Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
Ya Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
YaRafi’ (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
Ya Mu’izz (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
Ya Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
Ya Sami’ (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
Ya Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
ya Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
Ya Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
Ya Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
(Ya Allah limpahkanlah nikmatmu kepada hamba ya Allah, bukalah mata batin hamba ya Allah ya basir, bukakanlah pendengaran hamba ya Allah ya sami, bukakanlah pintu2 rizki, ilmu dan segala sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan hamba serta keluarga hamba ya Allah)
Ya Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
Ya Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
Ya Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
Ya Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
Ya Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
Ya ‘Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
ya Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
ya Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara ya Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
ya Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
ya Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
ya Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
ya Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
ya Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
ya Wasi’ (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
ya Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
ya Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
ya Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
ya Ba’ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
ya Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
(ya Allah tunjukanlah kepada hamba beserta seluruh kaum muslim kebesaranmu ya Allah,ampunilah segala dosa2 hamba, orang tua hamba, dan seluruh kaum muslimin ya Allah, luaskanlah kehidupan kami, ilmu kami, peliharalah kami dari kejahatan yang keluar dari dalam diri kami,maupun yang dari luar tubuh kami)
ya Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
ya Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
ya Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
ya Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
ya Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
ya Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
ya Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
ya Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
ya Mu’id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
ya Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
ya Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
ya Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
ya Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
ya Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
ya Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
ya Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
Ya Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
ya Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
ya Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
ya muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
ya Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
ya Mu’akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
ya Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
ya Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
ya Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
ya Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
ya Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
ya Muta’ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
ya Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
ya At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
(Ya Allah ya Haqq ya Ahad ya Wahid, terimalah taubat kami ya Allah, sembuhkanlah kami dari segala penyakit ya Allah baik dzahir maupun batin ya Allah, hidupkanlah batin kami ya Allah, datangkanlah pendamping hidup kami ya Allah supaya kami terhindar dari kejahatan hawa nafsu kami ya Allah)
ya Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
ya ‘Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
ya Ra’uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
ya Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
ya Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
ya Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
ya Jami’ (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
ya Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
ya Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
ya Mani’ (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
ya Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
ya Nafi’ (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
ya Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
ya Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
ya Badi’ (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
ya Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
ya Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
ya Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
ya As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar
(Ya Allah jauhkanlah kami darai segala macam kemudharatan ya Allah, limpampahkanlah kesabaran di hati kami ya A Allah, terangilah jiwa raga kami dengan cahayanmu ya Allah, serta berikanlah petunjuik kepada saudara saudari kami yang tersesat ya Allah,) Amin ya Robal Allamin

Nb. doanya bisa dirubah sekehendak hati
– LAKUKAN SUJUD SUKUR, DALAM POSISI SUJUD BERDOALAH KE PADA ALLAH,
– ditutup sholawat nabi lagi seikhlasnya,

Silahkan dipilih mana yang cocok dengan anda. semoga mendatangkan kebaikan dunia wal akhirat amin ya robal alamin.

wassallamu allaikum wr.wb

HIZIB NASHOR

HIZIB NASHOR

Oleh: Ki Bangun Joyo

11 Januari 2012 at 11:48 AM

Hizib Nashor yang dikenal oleh umum biasanya adalah Hizib Nashor yang berasal dari Syekh Abul Hasan Asysyadzili, dalam kesempatan ini saya tampilkan sebuah Hizib Nashr dari Hujjatul Islam Wabarakatul’anam Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad. Semoga bermanfaat adanya.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
Teks Arab Dan Terjemahan Hizb An Nashr
Hujjatul Islam Wabarakatul’anam Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا
Sungguh kami bukakan kemenangan bagimu dengan kemenangan yang seluas – luasnya,
لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ مَا تَقَدَّ مَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ
Agar Allah memberikan limpahan pengampunan untukmu dari dosa – dosamu yang terdahulu dan yang akan datang,
وَ يُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَ يَهْدِ يَكَ صِرَ اطًا مُسْتَقِيمًا
Dan menyempurnakan kenikmatan Allah SWT, untukmu wahai Muhammad dan memberimu jalan yang sebenar – benarnya,

وَ يَنْصُرَ كَ اللهُ نَصْرً ا عَزِ يزً ا
Dan Dia Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang dasyat.
وَكَانَ عِنْدَ اللهِ وَجِيْهًا
Dan sungguh engkau itu disisi Allah, dan milik Allah -lah segala kewibawaan.
وَجِيْهًا فىِ الدُّ نْيَا وَاْلأَ خِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّ بِيْنَ
Kewibawaan di dunia dan di akhirat dan kewibawaan yang ada pada hamba – hamba yang dekat kepada Allah.
َوجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَتِ وَاْلأَرْضَ
kuhadapkan jiwa hatiku kepada yang menciptakan langit dan bumi.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
Dengan Nama Allah yang maha melimpahkan kasih sayang kepada seluruh makhluknya, dan kasih sayang kepada hambanya yang beriman.
نَصْرٌ مِّنَ اللهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْ مِنِيْنَ
Pertolongan dari Allah segera datang dan kemenangan sudah dekat waktunya,
Dan beri kabar kepada orang – orang yang beriman,
يَأَ يُّهَا الَّذِ يْنَ ءَامَنُوْا كُوْنُوا أَنْصَارَ اللهِ
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang – orang yang menolong agama Allah,
كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَ ارِيِّنَ مَنْ أَنْصَارِى إِلَى اللهِ
Sebagaimana berkata Isa bin Maryam (as) kepada kaumnya yaitu kaum Hawari, Siapa yang menolong aku kejalan Allah,
قَالَ الْحَوَ ارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَار للهِ
maka berkatalah kaum Hawari “kamilah yang akan menolong agama Allah”.
الله لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ
Allah, tiada Tuhan selain Dia, Maha Hidup dan Maha berdiri sendiri dan Maha menegakkan
لاَ تَاْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ
Tiadalah Allah SWT itu lupa dan tiadalah Allah SWT itu tidur
لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ
Miliknyalah apa – apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi
مَنْ ذَاالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِإِذْنِهِ
Siapa yang memiliki kekuatan memberi pertolongan di sisi Allah kecuali dengan izin –Nya
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِ يْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
Dialah Allah yang Maha tau apa – apa yang ada didepan mereka dan apa – apa yang dibelakang mereka (yang akan datang dan yang telah lalu)
وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ اِلاَّبِمَا شَاءَ
Tiadalah seseorang itu bisa merangkul dan memahami segala sesuatu dari ilmu – ilmu Allah terkecuali dengan kehendak Allah
وَسِعَ كُرْ سِيُّهُ السَّمَوَ اتِ وَاْلاَ رْضَ
Seluas kursinya Allah itu seluas langit dan bumi
وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَاوَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
Dengan Nama Allah yang maha melimpahkan kasih sayang kepada seluruh makhluknya dan kasih sayang kepada hambanya yang beriman
لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ
Kalau sekiranya kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung

خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ
pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah
وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
Dialah Allah Yang Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata
هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ
Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُاْمجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايُشْرِ كُوْنَ
Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
هُوَاللهُ اْمخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُلَهُ اْلاَسْمَاءُ اْمحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْمحَكِيْمِ
Dialah Allah Yang Maha Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Yang mempunyai Nama – Nama yang paling baik, Bertasbih kepada –Nya apa yang ada di langit dan di bumi, Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
اُعِيْذُ نَفْسِيْ بِاللهِ تَعَا لَى مِنْ كُلِّ مَايَسْمَعُ بِاُذُنَيْنِ
Aku memperlindungkan diriku dengan Allah ta’ala, Dari semua yang mendengar dengan dua telinga (yaitu manusia, jin dls)
وَيُبْصِرُبِعَيْنَيْنِ وَيَمْشِيْ بِرِجْلَيْنِ وَيَبْطِشُ بِيَدَيْنِ وَيَتَكَّمُ بِشَفَتَيْنِ
Dan melihat dengan kedua mata, dan berjalan dengan dua kaki dan yang membela diri dan menyerang dengan kedua tangan, dan berbicara dengan dua bibirnya
حَصَّنْتُ نَفْسِيْ بِاللهِ الْخَالِقِ اْلاَ كْبَرِ
Aku memperlindungkan diriku dengan Allah Yang Maha pencipta, Yang Maha agung
مِنْ شَرِّمَااَخَافُ وَاَحْذَرُ . مِنَ الجِنِّ وَاْلاِنْسِ . وَاَنْ يَحْضُرُوْنِ
Dari semua keburukan – keburukan yang aku risaukan dan aku takutkan, Dari kaum jin dan kaum manusia, Dan dari kedatangan jin dan manusia musuh – musuh kami.
عَزَّجَارُهُ وَجَلَّ ثَنَاؤُهُو
Dialah Allah selalu membela hamba – hambanya yang dekat kepada – Nya,
Dan Allah itu Maha memuliakan orang – orang yang memuji –Nya
وَتَقَدَّ سَتْ اَسْمَاؤُ هُ وَ
Dan Maha Agung dan suci nama – nama Allah
لاَاِلَهَ غَيْرُهُ اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَجْعَلُكَ فِى نُحُوْرِاَعْدَاِئِي
Tiada Tuhan Selain –Nya, Wahai Allah aku jadikan Kau mencengkram semua leher musuh – musuhku
وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ وَتَحَيُّلِهِمْ وَمَكْرِهِمْ وَمَكَا ئِدِهِمْ
Dan aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan mereka,
Dan dari semua fitnah – fitnah mereka, dan dari tipu daya mereka,
Dan apa yang mereka rencanakan untuk mencelakakanku.
اَطْفِئْ نَارَمَنْ اَرَادَ.بِي عَدَاوَةً مِنَ الْجِنِّ وَاْلاِنْسِ
Padamkan api kemarahan mereka yang memusuhi aku dari kaum jin dan manusia
يَاحَافِظُ يَاحَفِيْظُ
Wahai yang Maha Menjaga, wahai yang Maha menguasai segala penjagaan
يَاكَافِى يَامُحِيْطُ
Wahai yang Maha mencukupi, wahai yang maha melindungi
سُبْحَانَكَ يَارَبِّ
Maha Suci Engkau wahai Rabb, Yang Memiliki alam semesta
مَااَعْظَمَ شَاْنَكَ وَاَعَزَّسُلْطَانَكَ
Betapa Agung Penciptaan –Mu dan betapa Dasyatnya Kerajaan –Mu

تَحَصَّنْتُ بِاللهِ وَبِأْسْمَاءِ اللهِ وَبِاَيَاتِ اللهِ وَمَلاَ ئِكَةِ اللهِ وَاَنْبِيَاءِ اللهِ وَرُسُلِ اللهِ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَ دِاللهِ
Aku menjadikan Allah sebagai bentengku, dengan nama – nama Allah sebagai bentengku, dengan ayat – ayat Allah sebagai bentengku dan malaikat – malaikat Allah sebagai bentengku, dan nabi – nabi Allah sebagai bentengku, dan Rasul – rasul Allah sebagai bentengku, dan sholihin sebagai bentengku
حَصَّنْتُ نَفْسِيْ بِ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّم
Aku membentengi diriku dengan Laaillahaillahu muhammadarrasulullah saw,
اَللَّهُمَّ اُحْرُسْنِيْ بِعَيْنِكَ الَّتِىْ لاَتَنَامُ
Wahai Allah jagalah diriku dengan penglihatan -Mu yang tidak pernah tertidur
وَاكْنُفْنِيْ بِكَنَفِكَ الَّذِ يْ لاَيُرَامُ
Dan lindungilah aku dengan perlindungan -Mu yang tiada pernah terfikirkan kehebatan dan kesempurnaannya
وَارْحَمْنِيْ بِقُدْرَتِكَ عَلَيَّ فَلاَ اَهْلِكُ وَاَنْتَ ثِقَتِيْ وَرَجَائِيْ
Dan sayangilah aku dengan ketentuan – ketentuan –Mu atasku hingga tiadalah aku celaka selama aku berharap kepada -Mu dan berpegang teguh kepada –Mu
يَاغِيَاثَ اْلمُسْتَغِيْثِيْنَ ( ثلاثا
Wahai yang Maha mendengar semua yang memohon pertolongan 3x
يَادَرَكَ الْهَا لِكِيْنَ ( ثلاثا
Wahai Yang Maha Menjawab semua orang – orang dalam kesulitan 3x
اِكْفِنِيْ شَرَّكُلِّ طَارِقٍ يَطْرُقُ بِلَيْلٍ اَوْنَهَارٍ
cukupkanlah segala kejahatan semua orang – orang yang akan datang menuju kepadaku diwaktu siang ataupun malam
اِلاَّطَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ
Terkecuali mereka yang datang dengan kebaikan
اِنَّكَ عَلَي كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Sungguh Engkau berkuasa atas segala sesuatu
بِسْمِ اللهِ اَرْ قِيْ نَفْسِيْ مِنْ كُلِّ مَا يُؤْذِيْ وَ مِنْ كُلِّ حَاسِدٍ
Dengan nama Allah aku menjadikannya sebagai pelindung diriku dari semua yang menggangguku dan dari semua yang hasad dan iri kepadaku
اللهُ شِفَا ئِيْ
Allah yang menyembuhkan aku dari segala apa yang mereka perbuat
بِسْمِ اللهِ رُقِيْتُ
Dengan nama Allah, aku menjadikannya azzimat pelindung
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ . اَذْهِبِ الْبَأسَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّافِى وَعَافِ اَنْتَ اْلمُعَافِيْ , لاَشِفَاءَاِلاَّشِفَاؤُكَ , شِفَاءًلاَيُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَاَلَمًا
wahai Allah singkirkanlah segala musibah dan berilah kesembuhan dan engkaulah yang Maha memberi kesembuhan dan berilah afiah dan Engkaulah yang memiliki afiah dan tiada kesembuhan kecuali kesembuhan yang datang dari -Mu, kesembuhan yang tidak membawa penyakit lagi sesudahnya dan tidak membawa kepedihan sesudahnya
يَاكَافِي يَاوَافِي يَاحَمِيْدُ يَامَجِيْدُ
Wahai yang Maha mencukupi, Wahai yang Maha melimpahkan, Wahai yang Maha terpuji, wahai yang Maha mulia
اِرْفَعْ عَنِّيْ كُلَّ تَعَبٍ شَدِ يْدٍ
Singkirkan dariku segala kelelahan yang dasyat
وَاكْفِنِيْ مِنَ الْحَدِّ وَالْحَدِ يْدِ وَالْمَرَضِ الشَّدِيْدٍ , وَاْلجَيْشِ الْعَدِ يْدِ
Jagalah aku dari pada serangan – serangan besi dan pedang dan penyakit yang dasyat, dan pasukan yang banyak
وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًامِنْ نُوْرِ كَ وَعِزًّامِنْ عِزِّكَ وَنَصْرًامِنْ نَصْرِكَ
Jadikan aku cahaya dari cahaya -Mu, dan pertolongan dari pertolongan -Mu , dan perlindungan dari perlindungan -Mu
وَبَهَاءً مِنْ بَهَاءِكَ
Dan keagungan kewibawaan dari kewibawaan –Mu
وَعَطَاءً مِنْ عَطَاءِكَ وَحِرَاسَةً مِنْ حِرَاسَتِكَ
Dan pemberian dari pemberian -Mu, dan penjagaan dari penjagaan –Mu
وَتَأْ يِيْدِا مِنْ تَأْ يِيْدِكَ . يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
Dan bimbingan dari bimbingan -Mu, Wahai Yang Maha agung keagungan –Nya dan Mulia ,
وَالْمَوَا هِبِ الْعِظَامِ
Yang Maha memiliki limpahan – limpahan anugrah yang besar
اَسْاَ لُكَ اَنْ تَكْفِيَنِي مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ
Agar Kau jauhkan aku dari segala yang jahat
اِنَّكَ اَنْتَ اللهُ الْخَا لِقُ اْلاَكْبَرُ
Sungguh Engkaulah yang Maha menciptakan dan Maha besar
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ وَ
Salam dan shalawat tercurahkan pada Sayyidina Muhammad saw, dan keluarganya, sahabatnya salam dengan sebaik – baiknya salam, Shalawat dan salam yang membawa keberkahan, kemuliaan dan membawa keluhuran
الْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ ظَاهِرًا وَبَا طِنًا وَعَلَى كُلِّ حَالٍ
Segala puji bagi Allah Rabbul’alamin, dhohir dan bathin atas segala kejadian.

Ijazah dari Habib Munzir Al Musawa
[http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=4&func=view&catid=9&id=21070]
Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,
Saudaraku yg kumuliakan,
saya Ijazahkan pada Hizb Nashr Al A’da.
ia tidak panas atau membawa mudharrat, ia penuh dg doa doa yg diajarkan oleh Rasul saw, tidak satu kalimatpun kecuali dari hadits Nabi saw dan firman Allah swt yg dipadu oleh Hujjatul Islam Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, diantara khasiatnya adalah sukses dalam segala yg kita perjuangkan, dilindungi dari syaitan, kelompok jin, kelompok jahat, kelompok syaitan, penyakit, bahkan doa agar dipadamkan semua keinginan orang yg berniat jahat pada kita, dan dipadamkan semua keinginan orang yg ingin memusuhi kita, dan meminta kemenangan dari Allah swt dalam segala yg kita perbuat, dan banyak lagi.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam

ASMA’ NABI KHIDIR A.S VERSI QUR’AN

ASMA’ NABI KHIDIR A.S VERSI QUR’AN
Praktisi supranatural
ust. Hassan as’ad
www. Hassanasad91@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum wr wb. .
Alhamdulillah sy bs hadir di ES dan insyaALLAH mengijazahkan ilmu yg bermanfaat, banyak sekali umat muslim di dunia yg ingin belajar ilmu al-hikmah / gaib. Tp kebanyakan orang 99% gagal dan tidak mendapatkan apa apa dalam belajarnya di ilmu hikmah tsb.  Memang belajar ilmu gaib/ hikmah itu tidaklah semudah seperti yg anda bayangkan. Ilmu yg baik itu sebenarnya ilmu yg menggunakan riyadhoh/tirakat. . Fungsi dari riyadloh/tirakat tsb tdak lain untuk mendekatkan diri pada yg kuasa dan dg mendkatkan diri dg ALLAH SWT. InsyaALLAH apa yg menjadi hajat kita akan terpenuhi. Mungkin dg saya ijazahkan asma’ ini & setelah anda amalkan. Anda akan tau sendiri bgaimana ilmu yg sebenar2nya itu. InsyaALLAH dg izinNYA stelah anda selesai mengamalkan riyadhoh dr asma’ ini. Anda akan di temui beliau (NABI KHIDR a.s dan SUNAN KALI JAGA) Di dalam mimpi/ di alamNyata (dengan menyamar). Tergantung ke ikhlasan dan kesabaran anda dalam mengamalkan asma’ ini.

Sebenarnya sy sendiri di larang oleh sahabat ustadz yg lain untk mengijazahkan asma’ ini. Tp stelah sy fikir2 ilmu itu tidak akan bermanfaat bg kita apa bila tidak di ajarkan pd orang yg membutuhkan. Oleh karna itu sya akan ijazahkan ASMA’ ini dg BISMILLAAHIR R0HMANIR R0HIIM. . . sebelum menerima ijazah ini/ sebelum anda QOBILTU ucapkanlah SAHADAT dan SHOLAWAT 3x. Itu adalah wujud kita bersyukur karna telah di beri ilmu yg bermanfaat. Bukan hanya ilmu ini saja. Khususnya untk semua ilmu.

Faidah/karomah:
1. Ditemui nabi khidr/sunan kali jaga di mimpi/di alam nyata (itu tergantng keikhlasan dan kesabaran pd saat riyadhoh)
2. Akan di ajarkan ilmu laduni dan kunci keberhasilan dalam mempelajari ilmu hikmah oleh beliau
3. Di ijasahkan 1 ilmu yg pastinya ilmu tsb akan brmanfaat bagi anda.
4. InsyaALLAH dg izinNYA, anda akan di ajak meliat siksa kubur melalui mimpi oleh beliau.  Dan anda bisa meliat btapa pedih dan dahsyatnya siksa kubur. Dan mungkin tujuan NABI KHIDR menunjukan siksa kubur adalah supaya hati anda bsa menjadi terang dan anda bsa bertobat atas dosa yg sudah di perbuat dam mash di perbuat. Agar anda bsa dekat dg ALLAH. dan dkat dg ALLAH itu juga termasuk kunci utama dalm belajar ilmu gaib/hikmah agar mencpai keberhasilan.

beriku ASMA’ KHIDR :
“BISMILLAAH. .3x (tanpa nafas). FAWAJADAA ‘ABDAMMIN ‘IBAA DINAAA-AA TAYNADHU. R0MATAMMIN ‘INGDINAA WA ‘ALLAMNAAHU MILLADUNNA ‘ILMAA. . (AL-KAHFI :65)
INNAMA AMRUHU IDZA-ARO DASYAI-A. AYYAKU LALAHU KUNFAYAKUN (YASIN:82)

untuk riyadhoh bagi yg sudah saya buka HIJAB GAIBnya kemarin:
1. Baca asma’ 33/66/99 tiap malam/ habis tahajud/hajat selama 31 hari.
2. Habis solat fardhu di baca 3x.
3. Bila sudah selesai riyadho dan di temui nabi khidr. Harap melakukan syukuran.

Bagi yg belum sya buka hijab GAIB nya:
1. Lakukan puasa 31 hari (tidak makan makanan yg bernyawa)
2. Pada saat puasa amalkan asma’ tsb tiap malam sebnyak 33/99/66x . Lakukan sholat hajat/tahajut dulu.
3. Bila selesai riyadho dan bila sudah di temui BELIAU. harap melakukan syukuran/sodaqoh pada anak yatim.

Dalam ilmu ini TIDAK ADA UNSUR PENIPUAN. Bila anda ingin bukti SILAHKAN DIAMALKAN SESUAI TATA CARA. InsyaALLAH atas kuasaNYA anda akan mudah dalam mempelajari ilmu apapun. Setelah mengamalkan ASMA’ ini.
Trimakasih atas perhatian sahabat.
Fastabiqul Khoirot Wassalamu’alaikum wr wb.. . .

Praktisi supranatural
ust. Hassan as’ad
www.hassanasad91@yahoo.co.id

%d bloggers like this: